

Matahari merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat berlimpah di Indonesia. Dengan penyinaran matahari konstan sepanjang tahun selama 12 jam per hari, tentu ini merupakan salah satu sumber energi yang sangat potensial dikembangkan di negara kita. Disamping adanya ‘bahan bakar’ yang berlimpah ruah, tentu saja sumber energi ini sangat ramah lingkungan. Listrik dari sumber energi surya ini tentu saja akan sangat berguna untuk pemerataan listrik ke daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau saluran transmisi PLN.
Sekarang bagaimana kita bisa mengkonversi energi surya menjadi energi listrik..?? Yup, jawabannya adalah menggunakan photovoltaic cell.. kalau dilihat dari asal katanya photo : “cahaya” sedangkan voltaic: “menghasilkan tegangan”. Jadi kalau dari arti katanya “photovoltaic cell” berarti ‘sel yang menghasilkan tegangan listrik dari cahaya”, walaupun sebenarnya yang dihasilkan langsung bukanlah tegangan tetapi arus. Mengapa bisa arus yang dihasilkan?? Mari kita lihat..

Satu buah photovoltaic cell terbuat dari bahan dasar silicon yang dilapis kaca. -Silicon mudah sekali didapat di bumi ini dalam bentuk pasir silika- sehingga cahaya bisa menembus masuk. Ketika cahaya matahari menembus masuk ke dalam sel, partikel cahaya matahari yang disebut ‘photon’ juga ikut masuk. Partikel photon ini kemudian menumbuk electron bermuatan negative di atom silicon penyusun photovoltaic cell. Pada saat tumbukan, energinya photon ditransfer ke electron sehingga electron terlepas dari atom silikonnya. Karena setiap detiknya ada tak terhingga photon yang menumbuk, maka akan dihasilkan banyak sekali electron-elektron bebas. Electron bebas ini akan didorong keluar photovoltaic cell karena adanya medan listrik di dalam cell. Apabila photovoltaic cell ini kita hubungkan ke beban listrik, maka arus akan dapat mengalir ke beban. ..Energi matahari telah diubah secara langsung menjadi energi listrik..!!! Selama masih ada cahaya matahari yang masuk maka akan terus ada electron bebas yang mengalir ke beban.
Satu buah photovoltaic cell sebenarnya terlalu kecil untuk menghasilkan energi listrik. Satu buah photovoltaic cell hanya menghasilkan sekitar 0.5V, jadi untuk menghasilkan tegangan 18V biasanya panel photovoltaic tersusun dari 36 buah photovoltaic cell yang disusun seri. Selain itu biasanya juga 36 buah cell tersebut juga disusun parallel dengan 36 buah cell yang lain supaya arus total yang dikeluarkan oleh satu buah panel photovoltaic cukup besar. Untuk menghasilkan daya yang lebih besar lagi, sejumlah banyak panel photovoltaic disusun menjadi array sehingga bisa melayani keperluan listrik yang cukup besar.
demi lingkungan yang hijau.. –arwindra-
Ref.
Anonimous, Photovoltaic (PV) Tutorial.pdf
Image Courtesy of
1. http://www.clean-energy-ideas.com
2. http://www.reihk.com
3. http://www.solarnavigator.net

Keren. Kapan akan bisa diaplikasikan untuk umum ya? Tapi berarti cuman siang hari dong ada listriknya, klo malem?
By: arifromdhoni on May 19, 2008
at 9:55 am
suatu sistem yang menggunakan panel surya biasanya harus memakai baterai untuk menopang sistem ketika tidak ada cahaya matahari. akibatnya daya dari panel surya harus lebih besar dari kebutuhan yang harus dilayani supaya ketika ada cahaya matahari, panel surya bisa melayani beban sekaligus mengisi baterai rechargeable..
By: angin165 on May 19, 2008
at 6:06 pm
tapi win…….
walaupun potensi matahari indonesia sangat besar, tapi indonesia juga termasuk negara berawan. jadinya, sinar matahari yang jatuh ke permukaan intensitasnya kurang banyak juga…
jadi potendi penggunaan photovoltaic harus dikaji ulang efektivitasnya..apalagi harga solar panel mahal pisan…
CMIIW
By: rifqie on May 27, 2008
at 2:03 pm
kok blm ada postingan baru?
By: rifqie on June 27, 2008
at 12:02 pm
bisa dibuat ga sih sumber yang bisa memancarkan foton seperti matahari kemudian digunakan di solar cell ?
semacam matahari buatan kayak di spiderman 2 yang musuhnya DR Octopus itu..
By: mrfajarsyah on July 11, 2008
at 10:06 am