Kemarin saya baca di milis angkatan tentang artikel tentang energi dan listrik yang memang agak “kontroversial” kalau saya boleh sebut seperti itu. Di milis juga diinformasikan juga kalau artikel tersebut disalin di salah satu forum net besar di Indonesia. Karena saya memang suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan listrik dan energi ditambah kata-kata teman saya di milis kalau artikelnya agak membingungkan maka saya “kunjungi” keduanya.
Dan memang benar, artikelnya berusaha memprovokasi orang-orang untuk mengikuti apa yang penulis pikirkan, tentu saja dengan argumentasi yang ngawur, kalau saya boleh bilang. Mengingat saya pernah sedikit banyak pernah belajar tentang energi dan listrik, saya langsung meninggalkan komentar yang berusaha untuk ”meluruskan” persepsi yang diajukan oleh si penulis artikel. Ditambah lagi diskusi dengan rekan-rekan yang memang pakar di bidang ini tentang isi artikel tadi, dan mereka akhirnya juga ikut berkomentar dari sudut pandang yang seharusnya. Semoga apa yang kami lakukan bisa sedikit membantu.
Terlepas dari isi artikelnya yang memang tidak sepenuhnya benar, dan juga saya memang tidak punya tendensi apa-apa terhadap penulis maupun blog tersebut, justru ada hal lain yang membuat saya agak miris melihatnya. Tidak hanya di blog tersebut, namun di forum tempat tulisan itu disalin juga, banyak para pengunjung yang serta-merta menyetujui isi artikel sekaligus menyalahkan kondisi yang ada sekarang ini. Apalagi yang di forum tersebut dibumbui dengan judul instansi kelistrikan di Indonesia telah membohongi banyak orang (kalau mengikuti apa yang ditulis di artikelnya), banyak yang ikut berkomentar untuk “sekedar” menghujat instansi pemerintah tersebut tanpa tahu substansi yang ditulis di artikel dan melakukan sedikit usaha untuk komparasi isi artikelnya benar atau tidak.
Saya jadi bertanya-tanya sendiri
Kok jadi gini ya..??
Kritik memang perlu dan diperlukan, tapi kalau terlalu banyak self-critic mungkin justru malah mematikan sendiri dari dalam. Kapan kita bisa maju kalau dari dalam sendiri sudah anti belum-belum? Kembali ke contoh yang tadi lagi, fyi. saya bukan berafiliasi di instansi tersebut saat ini, tapi pernah ikut nimbrung di situ beberapa kali di masa lalu, baik dari luar maupun juga ikut di dalamnya jadi sedikit-sedikit tahu kondisi dan repotnya untuk menyediakan yang namanya listrik untuk semua. Saya akui juga kinerja instansi tersebut juga tidak sepenuhnya beres, tapi ayolah.. kita dukung dan bangun bersama-sama supaya lebih baik. Toh di ujung sana tujuannya juga sama, listrik akan membawa kehidupan yang lebih baik. Bahkan sebenarnya kalau mau jujur, dengan harga listrik yang kita bayar, cukup murah dibandingkan dengan biaya produksi dan operasi plus investasinya. Mungkin kalau pakai istilah orang bisnis, ada harga ada rupa. Ayolah.. kita masih ketinggalan bertahun-tahun dari negara lain, di semua bidang.
Masih banyak yang harus dikejar. Masih banyak yang harus dipelajari. Masih banyak yang harus dimengerti. Jangan merasa bangga kalau kita belum mengerti.
Disclaimer: written without any bad tendency to anyone.

“tapi ayolah.. kita dukung dan bangun bersama-sama supaya lebih baik.”
like this. haha..
By: rifqie on November 10, 2009
at 12:05 pm
Lebih bagus lebih baik :)
By: arifromdhoni on November 17, 2009
at 3:52 am
Memang jika tidak melihat permasalahan lebih dalam, kita cenderung berprasangka..hihihi
By: hery purnomo on November 17, 2009
at 10:32 pm
Bergerak atau tergantikan
By: maryam on November 25, 2009
at 3:45 pm
betul..
btw. judul blognya ya mbak.. nice blog, keep writing…
By: angin165 on November 25, 2009
at 6:54 pm