//
you're reading...
sampah kecil

wong jowo

#Disclaimer: membaca tulisan ini (mungkin) mengandung hal-hal yang chauvinis, primordialis, bahkan jawanis. Please do at your own risk, resiko terberat adalah mungkin berkeinginan seperti sandra dewi..

haha.. akhirnya dunia entertainmen indonesia mengakui “wong jowo” sebagai salah satu tokoh sentral (berpasangan dengan mbak sandra dewi pula, yoosh!) setelah selalu mendapatkan peran marjinal. Biasanya di dunia pertelevisian tokoh “wong jowo” akan ditempatkan sebagai pembantu dengan namasandi “mbok nem” atau “mbak yu” (kenapa tidak pernah ada “mbak neneng” atau “mbak uni”?), atau di chicklit/teenlit (entah bagaimana tulisan yang benar dari genre baru ini di generasi sekarang) pemuda jowo pasti akan digambarkan sebagai pemuda berkulit gelap, berbaju rapi dimasukkan dan dikacingkan sampai ujung, bercelana bahan, berkacamata bingkai tebal, dan logat bicara “medhok”. Tipikal pemuda seperti ini akan jadi bahan tertawaan dari pemudi-pemudi populer, modis, trendy, dan “9H4o0Lz” yang hanya bisa menerima musiknya Jason Mraz dan merasa malu, terhina, kemudian mengurung diri didalam kamar apabila mendengar lagu tjampoersari Didi Kempot (padahal ya mbak, lirik-lirik lagunya Didi Kempot itu engga kalah romantis lho dari punyanya Jason Mraz :)

Kebanyakan wong jowo secara fisik memang memiliki kandungan pigmen melanin di kulitnya lebih banyak daripada teman-teman di jawa barat atau sumatera bagian barat. Disamping itu memang wong jowo tidak se’lantang’ teman-teman dari Sumatera bagian utara, malah cenderung muter-muter tidak langsung menuju sasaran. Tapi kalau saya rasakan memang tampaknya pola hidup di masyarakat jawa seperti mengarahkan untuk seperti itu. Semua serba pelan, tenang, pikir matang-matang sebelum melangkah, malah kalau memang orang lain ada yang lebih urgent ya silakan lebih dulu, siapa tau lebih berguna buat beliau (dan saya kadang kala, sering juga, menikmati pola hidup yang semacam itu :) Ada hal yang saya suka dari pergaulan (dalam bahasa) jawa, seringkali muncul kata-kata “untungnya…” saya beri contoh yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Jawa1: Eh, Dengar kabar kemaren kecelakaan?

Jawa2: Iya, sepeda motornya keserempet delman, jatuh..

Jawa1: Walah.. terus gimana keadaanmu?

Jawa2: Ah ngga apa-apa, untungnya cuman lutut aja yang lecet dikit nih…

Nah, “lutut yang lecet-lecet” saja masih dianggap untung (daripada yang lebih buruk mungkin ya..). Itu salah satu yang saya sukai, mencoba berpikir positif ketika keadaan yang negatif. Kalau bercerita yang utopis, mungkin kira-kira seperti lagunya KLa Project yang judulnya “Jogjakarta”. Begitulah “wong jowo” dengan segala macam karakteristik yang melekat pada setiap tingkah laku dan perbuatan mereka menurut saya.

Walaupun sementara ini tidak tinggal di “Jawa” (soalnya kalau kata temen-temen yang di Bandung dulu, “Pulang ke jawa kapan win?” padahal kami sama-sama berada di Jawa Barat..) saya masih merasa (dan selalu) menjadi wong jowo. Saya masih memakai boso jowo untuk ngobrol dengan orang tua dan adik, walaupun sering ditegur karena boso jowo saya sudah mulai “belepotan” alias dari sisi “unggah-ungguh” bahasa sudah sering meleset. Juga rumah tinggal tercatat saya masih di Salatiga. Apalagi untuk urusan makanan, saya masih wong jowo banget, konservatif sekali.. menu makan itu idealnya, nasi panas, lauk (bisa daging, tempe tahu, apapun..) sayur (masakan ya, seperti sayur lodeh, sayur asem, sayur tumpang, bukan lalap yg jelas :P), ditambah krupuk (kadangkala butuh kecap.. hehe)

jadi, Mbak sandra dewi sudah memulai lho.. hahahaha

About angin165

Pria, Indonesia, muda, lajang, belum mapan.

Discussion

7 thoughts on “wong jowo

  1. haiyah narsisme iku kumat win :D
    terus pengen e sih karo wong jowo no :D
    sing jelas jawalah indonesia!!!

    Posted by qonita | December 12, 2009, 5:09 am
  2. Berarti aku jih ono kesempatan nduwe bojo artis

    Posted by Irawan | December 15, 2009, 9:08 pm
  3. yo jelas no ir.. haha

    Posted by angin165 | December 15, 2009, 9:59 pm
  4. makane, pas kuliah melu LoeDroek.
    XP

    Posted by suluh | July 4, 2010, 10:54 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

visitors

  • 38,408 hits
%d bloggers like this: