//
you're reading...
sampah kecil

puisi cinta para..

Empat tahun yang lalu pertama kali saya ditunjukkan puisi ini oleh sang penulisnya ketika kami menghabiskan malam-malam yang panjang di lab. Dan hari ini saya ditunjukkan kembali oleh yang punya di halaman facebooknya. Masih sama, persis, tidak dikurangi tidak ditambahi. Puisi cinta yang sangat bagus menurut saya, dan sangat mewakili isi hati kami para engineer aroeskoeat spesialis konversi energi elektrik (mungkin lebih tepatnya, mahasiswa aroeskoeat spesialis konversi energi elektrik yang sedang berjibaku memperjuangkan dua kata, Tugas Akhir). Waktu itu kami tertawa, geli, sekaligus merasa puisi ini mengena sekali dengan kondisi kami waktu itu (mungkin lebih bijak, saya sendiri, saya tidak tahu yang dirasakan kawan-kawan yang lain), pertama redaksinya benar-benar bisa mewakilkan segenap isi hati, yang kedua mungkin karena saya juga sedang suka dengan seseorang. Ehm.. Begitulah, menyukai tanpa kesempatan dan kemampuan untuk mewujudkannya, ditambah Tugas Akhir yang masih harus diperjuangkan, lengkap sudah alasan saya untuk menjustifikasi kegagalan mengubah romantisme sepihak menjadi romantisme mutual kala itu. Ketika TA beradu dengan PW tanpa pernah mendapatkan opsi untuk keduanya bersamaan, ternyata saya memenangkan TA dan saya bangga atas pilihan saya ini, tanpa syarat. hhhh….

Yah, silakan dinikmati saja rangkaian kata-kata magis yang dituliskan kawan saya waktu itu. Bagi yang pernah mendapatkan beberapa sks mungkin bisa menangkap maksudnya, tapi kalaupun belum pernah silakan intepretasikan sesuai suasana hati anda sendiri.

Cinta Electric Machinery

Empat bulan telah berlalu
sejak kau bangkitkan tegangan dalam sanubariku
sinusoidal murni tanpa harmonisa
mengeksitasi seluruh jiwa raga

kehadiranmu menciptakan hysteresis dalam sukmaku
tak bisa hilang meski kualirkan arus DC melalui belitan hatiku
Menginduksi stator inspirasiku
Menggerakkan rotor semangatku

pandangan matamu
tajam menembus inti besiku
meng-overspeed kecepatan jantungku
mengosilasi frekuensi debaranku

Langkah kakimu
mengalun indah bagai dengungan motor asinkronku
bergerak sinkron dengan aliran darahku
meratakan seluruh tegangan AC dalam urat nadiku

senyumanmu
seseksi trafo AVR-ku
langsung membuat swing hatiku
dan meredam seluruh gerakan tubuhku

Tapi kini kau tak pernah datang lagi
membuat hubungan ward-leonard kita jadi tak berarti
hidupku terasa sepi sendiri
tanpa ada riak-riak eddy current yang menelusup ke dalam hati

salam untukmu wahai wanita yang mengurai lilitan jiwa
Kan kusimpan memori ini dalam slot-slot kenangan terindah
selamanya….

-by fekop-

ps.

Apabila saya merasakan hal tersebut lagi, berarti tokoh utama wanita pada paragraf di awal secara otomatis akan gugur digantikan oleh tokoh baru tersebut. Puisi diambil dari halaman facebooknya beliau dengan ijin, sebenarnya ada seri puisi elda, tetapi tampaknya disimpan saja.

About angin165

Pria, Indonesia, muda, lajang, belum mapan.

Discussion

13 thoughts on “puisi cinta para..

  1. astagaaaa,,,apa ini..
    eh berarti aku mme nya benar2 lewat..
    dah bingung ama istilah2 yg ada d puisi itu hihi

    Posted by qonita | January 12, 2010, 3:09 am
  2. wow wow wow…
    manteb bener pakcik

    Posted by dzaia-bs | January 12, 2010, 3:54 am
  3. Wew,sounds like something which Sheldon (the big bang theory) will come up with:P

    Posted by Nico | January 12, 2010, 4:04 am
  4. wowww…keren wind :D
    fekop sapa ya? ga bisa buka FB nih disini :(

    Posted by rifqie | January 12, 2010, 8:57 am
  5. whew…
    Power banget istilahnya, ga ngerti :P

    Posted by ulimhd | January 12, 2010, 10:37 am
  6. Beuhh farisol banget sii. Beraninya memandang doang. Halahh :-P

    Posted by Siti | January 12, 2010, 8:00 pm
  7. Hehehe kyknya Siti lgsung mengenali siapa pembuatnya :P

    Posted by fekop | January 12, 2010, 10:19 pm
  8. Hohoho… Sy baca lho comment-nya Sit… :D

    Posted by fekop | January 12, 2010, 10:28 pm
  9. ghina.
    tuh, yang bersangkutan sudah berkenan mampir ke sini :P
    siti.
    ketauan sit. hahaha

    Posted by angin165 | January 13, 2010, 8:18 am
  10. “Waktu itu kami tertawa, geli, sekaligus merasa puisi ini mengena sekali dengan kondisi kami waktu itu”
    lah win,, ini ada kok hubungan mutual nya..

    Posted by fikar | February 10, 2010, 6:27 pm
  11. dulu sempet ada puisi senada yang beredar di milis angkatan, tapi kok yang ini lebih rapi ya ?

    Posted by yando | April 17, 2010, 9:44 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Ciri-ciri orang menguasai ilmu « Jurnal Simbangando - May 27, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

visitors

  • 37,782 hits
%d bloggers like this: